Tarik Tunai Kartu Kredit, Pertimbangan Sebelum Melakukannya?

Tarik Tunai Kartu Kredit, Pertimbangan Sebelum Melakukannya?–Pada saat-saat tertentu keberadaan kartu kredit di dompet seolah akan menjadi kartu sakti yang bisa memberikan kemudahan kepada Anda untuk mendapatkan dana cash dalam jumlah besar, sesuai dengan limit kartu. Padahal dibalik kemudahan yang ditawarkan banyak konsekuensi yang harus di tanggung setelahnya.tarik tunai kartu kredit

Terlebih ketika Anda harus memutuskan untuk melakukan tarik tunai pada kartu kredit anda. Tentu Anda tetap harus mengedepankan kehati hatian agar tidak menjadi blunder finansial yang menjadi pangkal masalah keuangan di masa mendatang.

Sebab, dana yang Anda peroleh dari transaksi tarik tunai kartu kredit sebenarnya adalah dana pinjaman dari bank yang tidak gratis. Ada beban bunga dan biaya yang dikenakan sebagaimana ketika Anda kredit pada bank.

Maka sudah sepatutnya untuk tidak tergesah gesah melakukan tarik tunai kartu kredit terkecuali dalam kondisi yang memang sangat terpaksa. Kendatipun terpaksa untuk melakukan tarik tunai kartu kredit Anda, pastikan terlebih dahulu Anda telah memahami beberapa ketentuannya. Apa saja ketentuan yang harus anda pahami, simak penjelasannya berikut :

1. Beban Bunga dan Biaya Yang Harus Ditanggung

Fasilitas tarik tunai pada kartu kredit tidaklah gratis ada beban bunga dan biaya yang dibebankan apabila anda melakukannya. Beban bunga dan biaya transaksi tarik tunai kartu kredit dukup mahal, umumnya bunga kartu kredit di Indonesia saat ini sekitar 2.25% per bulan atau 27% per tahun.

Sedangkan untuk transaksi tarik tunai selain dikenakan bunga sebesar itu, nasabah juga akan dibebani biaya tarik tunai. Rata-rata tarif tarik tunai kartu kredit yang dikenakan oleh bank saat ini sekitar 4%-6% dari nilai dana yang Anda tarik.

Baca Juga :  Cara Membuat Kartu Kredit BRI Agar Di Setujui

Misalnya, Anda melakukan tarik tunai kartu kredit senilai Rp 1 juta, maka tagihan yang dikenakan pada Anda adalah Rp 1,06 juta. Atau terkena biaya sekitar Rp 60.000. Bila tagihan tersebut tidak Anda bayar 100% sebelum jatuh tempo, maka bank akan mengenakan bunga sebesar 2,25% per bulan.

2. Limit Atau Batasan Nilai Tarik Tunai

Pada setiap kartu kredit terdapat limit atau batasan nilai tarik tunai yang sudah ditentukan oleh Bank penerbit sesuai dengan jenis kartu kreditnya. Ada kartu kredit yang memiliki limit besar, namun bank biasanya tetap membatasi nilai tarik tunai dari limit yang telah ditentukan.

Contoh, Limit tarik tunai krtu kredit pada umumnya dibatasi maksimal 70% dari limit tarik tunai yang tertulis. Apabila kartu kredit Anda memiliki limit belanja Rp.40 jua dan limit tarik tunai Rp.30 Juta, maka nilai tarik tunai yang bisa anda lakukan kemungkinan maksimal Rp.21 juta.

Tentu dibalik pembatasan limit tersebut akan menguntungkan nasabah, dengan begitu nasabah bisa terhindar dari keinginan yang melebihi batas kemampuan. Sebab, bunga tarik tunai kartu kredit cukup besar, sangat dikuatirkan akan menjadi boomerang finansial di masa mendatang.

3. Pertimbangkan Kemampuan Bayar anda.

Sebelum betul betul anda melakukan transaksi tartik tunai kartu kredit ada baiknya melihat kembali kemampuan Anda untuk membayar tagihannya. Pastikan Anda telah memiliki sumber dana yang pasti yang bisa digunakan untuk melunasi tagihan kartu kredit. Hitung terlebih dahulu beban yang akan anda tanggung, beberapa bank ada yang membebankan bunga transaksi serta biaya administrasi.

Padahal secara aturan Bank Indonesia, sebenarnya transaksi tarik tunai tidak diperbolehkan untuk dikenakan biaya ganda berupa bunga dan biaya administrasi. Bunga transaksi seharusnya baru dikenakan saat ada tagihan tertunggak.

Penjelasan singkatnya seperti ini , apabila anda hendak tarik tunai kartu kredit Bank C sebesar lima juta rupiah ( Rp.5 juta ) dengan biaya penarikan 4% dan bunga transaksi tarik tunai sebesar 2,25% per bulan. Maka total pembayaran dari transaksi yang telah anda lakukan nantinya adalah Rp 5,2 juta ( lima juta dua ratus ) dengan bunga 2,25% per bulan.

Baca Juga :  Mengenal 5 Jenis Kartu Kredit BRI Dan Keunggulannya.

4. Lakukanlah Pembayaran Secara Penuh

Apabila anda membayar tagihan akibat transaksi tarik tunai kartu kredit yang telah anda lakukan sebesar 100%, maka yang harus anda bayarkan adalah sebesar Lima juta dua ratus ( Rp.5,2 juta ) saja. Namun, apabila anda hanya membayar sebesar minimum pembayaran atau sebesar 10, maka yang anda bayarkan cuman sebesar Rp.520.000, sisa hutang anda menjadi Rp.4, 68 juta.
Pada saat siklus tagihan kedepan, sisa utang tersebut akan terkena bunga transaksi sebesar 2,25% per bulan atau setara Rp.105.330. Sehingga total tagihan yang harus anda bayar ( asusmsi tidak ada transaksi baru dalam periode tersebut ) , menjadi lebih kurang sebesar Rp4.57 juta.

Nah, lumayan besar bukan selisih beban yang anda tanggung? Maka sebaiknya ketika anda putuskan untuk melakukan tarik tunai kartu kredit, usahakan untuk selalu membayar penuh tagihan kartu kredit sebesar 100% agar terhindar dari bunga yang mahal.

Satu yang perlu senantiasa diingat, bagi pemegang kartu kredit, bahwa kartu kredit hanyalah fasilitas pembayaran, bukan kartu untuk mendapatkan utang. Jadi pastikan anda senantiasa membayar tagihan kartu kredit Anda secara penuh, agar tidak terbebani bunga hutang kartu kredit.

Nah, itulah 4 hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan tarik tunai kartu kredit. Semoga artikel Tarik Tunai Kartu Kredit, Pertimbangan Sebelum Melakukannya? Diatas bermanfaat, terima kasih.